Palestina Masih Terjajah, Haniyah Deklarasikan Kemenangan

20 01 2009

Syabab.Com – Perdana Menteri Ismail Haniyah mendeklarasikan kemenangan rakyat Palestina dalam perang melawan Israel di Jalur Gaza yang berlangsung selama 22 hari. Lebih dari 1200 orang syahid atas kebrutalan penjajah Israel. Gaza porak poranda, darah syuhada membanjiri, sementara para tentara Shalahuddin al-Ayubi entah ke mana. Pasukan Israel meninggalkan Gaza, melalui PBB, paara penguasa negeri Islam menyerahkannya pada Yahudi, Palestina pun akhirnya tetap terjajah.

Dalam pidatonya di TV, Ahad (18/1) Haniyah menegaskan pasukan Israel harus meninggalkan Jalur Gaza secara penuh tanpa syarat apapun, membuka perlintasan, membebaskan Jalur Gaza dari blokade, tidak boleh ada lagi blokade setelah darah warga Jalur Gaza tumpah oleh kejahatan Israel.

Ia menegaskan bahwa Palestina harus bekerja kembali menyempurnakan langkah-langkah yang sudah dimulai. Ia mengisyaratkan bahwa gencatan yang diumumkan oleh Palestina juga sebagai upaya memulai penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, pembebasan blokade dan pembukaan perlintasan.

Haniya menegaskan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan rakyat, dunia internasional dan kemanusiaan. Dia menyatakan bahwa rakyat Palestina saat ini berada dalam episode sejarah dan kemenangan historis. Kemenangan ini dinilai sebagai pintu luas menuju kemenangan pasti yang paling besar. Yakni kemenangan yang berdasarkan kepada komitmen memperjuangkan hak-hak, prinsip-prinsipnya, membebaskan tanah Palestina, mendirikan negaranya yang merdeka dengan kedaulatan penuh dengan ibukota Al-Quds, membebasakan semua tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, kembalinya pengungsi ke kampung halaman mereka.

Ia menambahkan bahwa kemenangan ini akan dijadikan sebagai titik tolak mengembalikan kesatuan nasional Palestina dan dialog internal. Agar, kepentingan nasional bisa terwujud. Ia menyerukan agar segera mengkondisikan diri untuk menyukseskan dialog.

Sementara itu, Pemerintah Jepang menyambut deklarasi gencatan senjata oleh Hamas dan militan Palestina lainnya yang mengikuti deklarsi gencatan senjata Israel, menurut sebuat pernyataan.

Adapun faksi Fatah yang lebih melunak dengan Israel mendesak faksi di luar Palestine Liberation Organization (PLO) seperti Hamas, untuk bergabung dengan Otoritas Palestina atau Palestinian Authority (PA) “yang secara internasional telah memiliki legitimasi internasional.”

Melemahkan Perlawanan, Ikut Permainan Busuk

Ikut pada permainan para penguasa yang tidak mengerahkan tentaranya untuk membaskan Palestina sama saja dengan kekalahan. Para penguasa di negeri-negeri Islam terlebih dahulu telah mengkhianati Gaza dengan membiarkan Gaza

Di Palestina sendiri, setelah membunuh lebih dari 1200 orang dan melukai ribuan orang, negara ilegal Israel telah mengumumkan gencatan senjata sepihak mengklaim tujuan perang telah tercapai. Walaupun mengklaim seperti itu, satu-satunya hal yang telah dicapai Israel di Gaza adalah telah membunuh warga sipil yang tak bersalah.

Sekarang mereka berusaha untuk mencapainya melalui jalur diplomatik hina–yang difasilitasi oleh PBB dan para penguasa Arab–apa yang mereka telah gagal untuk mencapainya melalui agresi militer. Utsman Badar, perwakilan media Hizbut Tahrir Australia mengatakan bahwa gencatan senjata sepihak tak memiliki makna. Hal tersebut sudah sepatutnya ditolak oleh perlawanan Palestina.

“Israel berusaha untuk memaksa Muslim Palestina mengakui Israel, menerima konsesi yang menghinakan, untuk hidup secara efektif di bawah kedaulatan Israel, dan untuk melepaskan tuntutan mereka ke Palestina. Mereka berusaha merusak kembali perlawanan,” kata Utsman Badar.

“Kami mendesak gerakan perlawanan di Palestina mewaspadi dari diplomatik itu, meninggalkan proses politik yang sedang digunakan untuk melemahkan mereka, dan kembali ke medan perang.” lanjutnya.

Setelah Israel menyatakan gencatan senjata sepihak, akhirnya, gerakan perlawanan Hamas mengikuti langkah Israel menyatakan gencatan senjata. Haniyah menyatakan keputusannya itu sebagai kemenangan bagi Palestina. Benarkah demikian?

Yang jelas, Palestina masih terjajah. Apakah kemerdekaan Palestina dengan batas nasionalisme itu yang diinginkan umat Islam, sementara Negara Ilegal Israel masih bercokol dan mencengkram tanah yang dimuliakan itu? Lalu di manakah tentara-tentara Shalahuddin al-Ayubi itu berada saat ini? Di manakah Amirul Mukmin pemersatu umat itu? [m/z/infpal/mna/ghz/hta/syabab.com]

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: